Kamis, 06 Januari 2011

karna tidak kuat tekanan Novel Albakri mundur dari jabatannya sebagai General Manager PSIS Semarang


akibat adanya tekanan dari PSSI terkait keterlibatannya dalam deklarasi Liga Primer Indonesia (LPI).Novel Albakri mundur dari jabatannya sebagai General Manager PSIS Semarang

"Saya mendapat tekanan dari PSSI untuk memilih salah satu, yaitu kompetisi yang digelar PSSI atau LPI. Akhirnya saya putuskan untuk mengundurkan diri dari PSIS," kata Novel Albakri di sela-sela pertandingan sepak bola Liga Super antara Pelita Jaya melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa petang.

Ia mengatakan, dalam pekan ini dirinya akan menghadap pengurus harian PSIS untuk mempertanggungjawabkan yang telah dilakukannya dengan tim ini dan mengajukan pengunduran diri.

"Saya dipilih dan diangkat secara baik-baik dan juga mundur pun harus dengan cara yang baik," kata Novel Albakri yang juga seorang pengacara tersebut.

Ia mengatakan, sekarang ini dirinya telah membawa PSIS untuk bersiap tampil pada Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama yang dijadwalkan digelar 15 November mendatang. "Saat ini kesiapan PSIS tampil pada musim kompetisi mendatang sudah 99 persen," katanya menegaskan.

Menurut dia, pada saat dirinya mundur ingin mempersiapkan tim asuhan pelatih Bonggo Pribadi tersebut 100 persen.

Ia menambahkan, dirinya terjun ke dunia sepak bola karena ingin adanya perubahan ke arah kebaikan sepak bola di Indonesia sehingga dirinya memilih LPI. "Saya tidak ingin PSIS atau pengurus lain yang jadi korban, biar saya saja," katanya.

"Saya sebagai salah satu deklarator LPI tidak bisa lepas dari itu. Saya ingin di Semarang ada tim yang ikut LPI dan kompetisi di bawah naungan PSSI," katanya menegaskan.

Seperti diketahui deklarasi Liga Primer Indonesia (LPI) digelar di Semarang, Minggu (24/10), ditandai dengan penandatanganan bola raksasa oleh perwakilan klub yang hadir pada deklarasi tersebut.

Sebanyak 17 klub hadir pada deklarasi tersebut dan siap mengikuti kompetisi yang dijadwalkan digelar 8 Januari 2011. Mereka adalah Semen Padang, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Medan Chief Football, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Persibo Bojonegoro.

Kemudian Persis Solo, Semarang United, Maung Bandung Raya, Bogor Raya, Batavia United, Jakarta FC, PSM Makassar, Manado United, dan Bali FC. (ant/row)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar