Kamis, 10 Februari 2011

tenaga kerja Indonesia susah dikenali

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, Rabu (9/2) di Jakarta mengaku kesulitan melacak keberadaan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Mesir.
Hal itu diungkapkannya setelah melakukan kunjungan kerja ke Kab. Banyuwangi, Sabtu (5/2) lalu. Hal itu terjadi karena sebagian besar bekerja secara individual sehingga butuh waktu lama untuk mengetahui keberadaan mereka.
Kendati demikian, Pemerintah tidak akan memaksa para TKI tersebut pulang. “Kami tidak akan memaksa para TKI pulang meski kondisi politik di Mesir bisa sewaktu-waktu mengancam keselamatan mereka,” katanya.
Dia menegaskan, sekitar 1.000 TKI di Mesir itu bukan ilegal. Namun mereka berangkat secara individu tidak melalui jalur perusahaan pengerah. "Yang tercatat 1.000 bukan ilegal, tapi berangkat individual tidak lewat jalur pengerah. Jadi tidak prosedural,” ujarnya.
Dia juga meminta pihak KBRI di Kairo, agar tetap memberi akses seluas-luasnya untuk pemulangan sampai kondisi Mesir kembali kondusif. Setidaknya, KBRI dapat membantu memberi akses komunikasi sehingga kondisi mereka dapat diketahui.
Muhaimin juga berjanji akan memfasilitasi para TKI yang memilih pulang ke Indonesia untuk sementara waktu untuk kemudian kembali bekerja di Mesir jika situasi kondisinya kembali pulih. (A-78/A-26).***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar