Rabu, 09 November 2011

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

A. MENGAPA MEMPELAJARI TEORI MANAJEMEN
     Teori : sekumpulan asumsi yang bersifat koheren untuk menjelaskan keterkaitan antara dua atau lebih kejadian.
Karakteristik utama teori :
*      Memfokuskan pada hal-hal bersifat stabil.
*      Memampukan melakukan komunikasi secara efisien.
*      Membuat segalanya mungkin.

B. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
     Dalam mempelajari teori manajemen, kita gunakan pendekatan bagaimana manusia berhubungan dengan individu lain pada suatu saat.

C. ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
    Prinsip utama filosofi manajemen menurut Taylor :
  1. Pengembangan manajemen ilmiah.
  2. Pemilihan tenaga kerja.
  3. Pelatihan dan pengembangan bagi karyawan.
  4. Perbaikan hubungan kerja antara karyawan dan manajemen.
    Sistem penentuan upah disebut differential rate system, didasarkan pada tingkat.
    efisiensi pekerja.
*      Konstribusi Teori Manajemen Ilmiah
      Dengan adanya perbaikan metode kerja, proses produksi dapat dilakukan lebih
      cepat.
*      Keterbatasan Teori Manajemen Ilmiah

D. ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
a)      Henry Fayol
               Kegiatan operasional menurut Fayol disebut 14 prinsip manajemen yaitu pembagian
               kerja, wewenang, disiplin, kesatuan komando, kesatuan pengarahan, sentralisasi,dll.
b)      Max Weber
Memperkenalkan teori birokrasi yaitu kegiatan yang diarahkan pada proses hirarkis
formaldalam organisasi.
c)      Mary Parker Follet
            Memperkenalkan elemen baru yang terkait dengan hubungan manusia dan struktur
            organisasional.
d)     Chester I Barnard
      Menggunakan pengalaman kerja dan pengetahuan tentang sosiologi dan filosofi.


E. ALIRAN PERILAKU ORGANISASI : ORGANISASI ADALAH ORANG
*     Teori Hubungan Manusia
Menggambarkan proses interaksi individu di suatu organisasi termasuk antara manajer dengan bawahannya.

*     Dari Pendekatan Hubungan Manusia ke Pendekatan Ilmu Perilaku

F. ALIRAN ILMU MANAJEMEN     
 Great Britain membentuk tim riset operasi berhasil memecahkan masalah dengan bantuan komputer sebagai alat bantu pengambilan keputusan dengan mengolah data.

G. PENDEKATAN SISTEM
     Konsep kunci yang terkait dengan sistem :
1. Subsistem
2. Sinergi
3. Sistem terbuka
4. Sistem tertutup
5. Batas sistem
6. Aliran
7. Umpan balik

H. PENDEKATAN KONTINGENSI
     Pendekatan ini adalah pandangan yang mengkaitkan dengan teknik manajemen pada           
     kondisi yang dihadapi.

I. PENDEKATAN DINAMIS
    Kondisi yang muncul karena kedinamisan organisasi :
*      Lingkungan organisasi baru.
*      Tanggung jawab sosial dan etika bisnis.
*      Manajemen dan globalisasi.
*      Organisasi melakukan investasi baru.
*      Perubahan dan pengaruh budaya.
*      Tuntutan tentang kualitas organisasi

fb comen

Pengujian Substantif atas Investasi dalam Sekuritas

Pengujian Substantif atas Investasi dalam Sekuritas
Prosedur Awal
1. Lakukan prosedur awal atas saldo awal lebih lanjut
a. Menelusur saldo awal rekening investasi dan ekuitas ke kertas kerja tahun lalu
 Auditor harus percaya hasil audit tahun sebelumnya
b. Mereview aktivitas dalam semua rekening yang berkaitan dengan investasi dan selidikilah ayat-ayat jurnal yang nampak tidak biasa
c. Dapatkan daftar semua investasi yang dibuat klien untuk memastikan kebenaran perhitungan dan kecocokannya dengan pembukuan
 Periksa kebenaran penjumlahan baik menurun maupun mendatar
 Periksa kecocokan semua unsur dengan ayat-ayat jurnal ke buku pembantu investasi dan buku besar
d. Pengujian ini berhubungan dengan asersi kelengkapan
Prosedur Analitis
1. Lakukan prosedur analitis
a. Hitunglah rasio-rasio:
 Investasi jangka pendek terhadap total aktiva lancar
 Investasi jangka panjang terhadap total aktiva
b. Analisis hasil perhitungan rasio dan bandingkan dengan perkiraan data tahun lalu
c. Pengujian ini berhubungan denga asersi keberadaan, kelengkapan, penilaian, dan penyajian
Pengujian Detil Transaksi
1. Lakukan vouching ayat-ayat jurnal ke rekening investasi dan rekening laba-rugi serta ekuitas yang bersangkutan dengan dokumen pendukungnya
 Ayat-ayat jurnal untuk pembelian dan penjualan investasi dalam sekuritas berjumlah besar, biasanya dicocokkan ke otorisasi dalam notulen rapat dewan komisaris/direksi
 Dokumen yang digunakan adalah pemberitahuan dari broker dan jurnal pengeluaran kas
à Pemberitahuan dari broker adalah dokumen yang dibuat oleh broker berisi informasi tentang harga pertukaran transaksi investasi
4.cocokkan ayat-ayat jurnal dalam rekening investasi dan rekening rugi laba serta ekuitas yang bersangkutan dengan dokumen pendukungnya
a.Detil traksi debit dan kredit penjualan investasi ke broker bank
b.Atau lewat bukti penerimaan kas dan pengeluaran kas
Pendebetan/pengkreditan investasidok pendukungpeny perbahan harga pasar
c.perubahan harga,penjualan,pembelianrugi labaekuitasdirealisasi/blm dicocokkan dengan dokumen transaksi dan perbahan harga
d.pembelian/penjualan dlm jumlah besar lewat otorisasinotulen rapat dewan komisaris
langkah ini mengandung asersi
keberadaanada tidak nya transksi, kas lap broker
penilaian apakah akun yang terkait benar 
kelengkapan ada tdaknya notulen
hak dan kewajiban ada tidaknya kepemilikan/ perpndaan kepemilikan
penyajian  dikumen urut tidak benar apa tidak sesuai tanggal
Efektif jika volume transaksi sedikit


Pengujian Detil Saldo
1. Menginspeksi dan menghitung sekuritas yang ada ditangan
 Dalam menginspeksi sekuritas, auditor harus mengamati beberapa hal penting seperti nomor sertifikat yang tercantum pada dokumen, nama pemilik, deskripsi tentang sekuritas, jumlah lembar saham, dan nama perusahaan penerbit saham
 Sekuritas harus disimpan pada beberapa lokasi penyimpanan yang terpisah ditempatkan pada tempat yang terkunci
 Apabila perhitungan tidak dilakukan pada tanggal neraca maka auditor harus melakukan rekonsiliasi dari tanggal perhitungan ke tanggal laporan dengan cara mereview transaksi yang terjadi diantara kedua tanggal tersebut
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak & kewajiban, dan penyajian
2. Mengkonfirmasi sekuritas yang disimpan pihak lain
 Konfirmasi harus diminta per tanggal pelaksanaan perhitungan atas sekuritas yang berada ditangan klien
 Auditor harus mengawasi proses pengiriman konfirmasi melalui pos dan jawaban konfirmasi dari penyimpan sekuritas harus dikirimkan langsung kepada auditor
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan hak & kewajiban
3. Menghitung ulang pendapatan investasi
 Auditor dapat memeriksa secara independen pendapatan dividen dengan mengacu pada tanggal pengumuman, jumlah, dan tanggal pembayaran yang nampak dalam buku catatan
 Mereview daftar amortisasi yang dilakukan klien untuk premi dan diskonto obligasi lalu melakukan perhitungan ulang jumlah amortisasinya
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penilaian
Pengujian Detil Saldo: Estimasi Akuntansi
1. Penggolongan Investasi secara tepat
 Menentukan apakah aktivitas investasi yang dilakukan manajemen sesuai dengan tujuan manajemen yang telah ditetapkan
 Mempertimbangkan kemampuan manajemen untuk terus menyimpan sekuritas utang sampai saat jatuh temponya dengan mengingat posisi keuangan klien, kebutuhan akan modal kerja, dan kemampuan menghasilkan aliran kas untuk operasi
 Meminta surat pernyataan dari manajemen tentang ketepatan penggolongan sekuritas
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi hak & kewajiban
2. Pengauditan harga pasar investasi
 Dapatkan bukti pendukung harga pasar yang digunakan seperti taksiran harga broker
 Menilai kewajaran atau ketepatan model yang digunakan
 Mencari bukti tentang kondisi-kondisi tersebut dan menentukan apakah temuan cenderung atau bertentangan dengan kesimpulan manajemen
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penilaian
Penyajian dan Pengungkapan
 Tentukan bahwa saldo investasi telah diidentifikasi dan digolongkan dengan tepat dalam laporan keuangan
 Tentukan ketepatan pengungkapan yang berkaitan dengan dasar penilaian untuk investasi, komponen laba/rugi direalisasi dan belum direalisasi
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian

Pengujian Substantif atas Saldo Kas
Prosedur Awal
1. Lakukan prosedur analitis atas saldo kas dan catatan-catatan yang akan diuji
a. Menelusur saldo awal kas di tangan dan di bank ke kertas kerja tahun lalu
 Auditor harus percaya dengan hasil audit tahun lalu
b. Mereview semua aktivitas dalam rekening buku besar kas dan selidikilah ayat-ayat jurnal yang nampak tidak biasa
c. Dapatkan ikhtisar kas di tangan dan kas di bank yang dibuat klien
d. Pengujian ini berhubungan dengan asersi
Prosedur Analitis
1. Lakukan prosedur analitis
a. Bandingkan saldo kas dengan jumlah menurut anggaran, saldo tahu lalu, atau jumlah taksiran
b. Bandingkan persentase kas terhadap aktiva lancar dan bandingkan dengan taksiran
c. Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan hak & kewajiban
Pengujian Detil Transaksi
1. Lakukan pengujian pisah batas Kas
 Penggunaan cut off laporan bank berguna untuk menentukan apakah pisah batas kas yang tepat telah dilakukan
 Observasi kas yang diterima pada akhir tahun lalu
 Review dokumen-dokumen seperti ikhtisar kas harian, bukti setoran kas ke bank, dan laporan bank untuk menentukan ketepatan pisah batas
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, dan kelengkapan
2. Penelusuran Transfer antar bank
 Pastikan bahwa setiap transfer telah dicatat dengan tepat sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam periode akuntansi yang sama dan telah tercantum dalam rekonsiliasi bank
à Kitting= dicatat sebagai setoran di bank penerima tetapi belum dicatat sebagai penarikan/pengeluaran di bank
 Mengumpulkan bukti mengenai validitas transfer bank untuk membuktikan adanya salah saji dengan menggunakan Daftar Transfer Bank
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan dan kelengkapan
Pengujian Detil Saldo
1. Perhitungan kas di tangan
 Meminta pemegang kas (kasir) hadir selama proses perhitungan kas
 Pastikan bahwa semua cek yang belum disetor ke bank adalah atas nama klien
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak & kewajiban, dan penilaian
2. Konfirmasi Saldo Simpanan di Bank dan Pinjaman
 Permintaan konfirmasi biasanya dibuat rangkap dua dan ditandatangani oleh penandatangan cek pada perusahaan klien
à Dokumen yang digunakan adalah formulir standar konfirmasi (lihat hal 304)
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, hak & kewajiban, dan penilaian
3. Konfirmasi ketentuan lain dengan bank
 Ketentuan lain dengan bank meliputi batasan kredit, saldo yang harus dipertahankan, dan utang bersyarat
 Surat konfirmasi harus dikirimkan ke pejabat bank yang menangani urusan bank tersebut dengan klien
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian dan bisa juga asersi kelengkapan
4. Memeriksa sepintas, mereview, atau menyusun rekonsiliasi bank (contoh lihat hal 307)
 Bandingkan saldo bank akhir dengan saldo bank yang tercantum dalam jawaban konfirmasi
 Periksa validitas setoran dalam perjalanan dan cek dalam perjalanan
 Periksa ketelitian perhitungan dalam rekonsiliasi
 Selidiki unsur-unsur yang sudah lama seperti cek dalam perjalanan yang belum diuangkan di bank
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan hak & kewajiban
5. Dapatkan dan gunakan cut off laporan bank
 Telusur cek-cek bertanggal tahun lalu ke daftar cek dalam perjalanan yang tercantum dalam rekonsiliasi bank
 Telusur setoran dalam perjalanan yang tercantum dalam rekonsiliasi bank ke cutoff laporan bank
 Periksa sepintas cut off bank serta data lampirannya untuk melihat kemungkinan adanya hal-hal yang tidak biasa
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak & kewajiban, dan penilaian
Penyajian dan pengungkapan
 Mereview konsep laporan keuangan klien dan bukti yang diperoleh dari pengujian substantif
 Mereview notulen rapat dewan komisaris/direksi dan mengajukan pertanyaan kepada manajemen untuk mencari bukti tentang pembatasan penggunaan kas
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian

Whistle Blower penting ga kah di indungi?

Whistle Blower menurut saya  wajib memperoleh Perlindungan


menurut  ssaya pribadi  whistle blower: saksi kunci atau orang yang melaporkan penyimpangan yang terjadi dalam suatu lembaga atau perusahaan. Keduanya bisa dilihat dari dua sisi: sebagai "martir" yang dengan sadar berkorban demi kepentingan publik--penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Atau, dapat pula dipandang sebagai orang yang "mencuri" kesempatan untuk memburu ketenaran dan popularitas di tengah skandal keterlibatan mereka.
Tak elok tentunya berspekulasi motif mana yang membuat seseorang "berani" menjadi whistle blower. Yang jelas, informasi mereka merupakan sumbangan penting bagi upaya pemberantasan korupsi sebagai wujud apresiasi dan partisipasi masyarakat.
Ancaman
Langkah yang dilakukan whistle blower bukannya tanpa risiko. Sebagai saksi kunci, keduanya mengalami tiga ancaman sekaligus. Pertama, ancaman dari orang-orang yang mereka beberkan namanya. Berbagai macam intimidasi bisa terjadi, termasuk yang terburuk berupa penghilangan nyawa diri atau keluarga seorang whistle blower
para whistle blower berisiko terkena efek "senjata makan tuan" dari pengakuan dan informasi yang mereka berikan kepada media massa, lembaga antikorupsi, pengacara, pemilik perusahaan atau aparat hukum lainnya. Ucapan mereka kerap dijadikan sasaran delik pencemaran nama baik oleh nama-nama yang mereka sebutkan. Sehingga tak jarang whistle blower justru dijebloskan ke penjara.
Ketiga, ancaman yang juga bakal dihadapi oleh whistle blower datang dari kalangan internal perusahaan atau institusi.Whistle blower menghadapi risiko penurunan pangkat, skorsing, intimidasi, atau diskriminasi dari institusi tempatnya bekerja yang merasa dirugikan dan dipermalukan atas pelaporannya.
Insentif
Melihat beratnya risiko yang bakal dihadapi oleh whistle blower, cukup beralasan bila baru segelintir orang yang "berani" menjadi whistle blower. Apalagi masih banyak aparat penegak hukum yang belum memahami wacana whistle blower ini. Tak aneh bila banyak orang yang mengetahui suatu skandal, penyimpangan, atau korupsi memilih berdiam diri ketimbang "buka mulut". Jaminan perlindungan hukum dan keamanan saja belum tentu bisa diperoleh, apalagi reward dan insentif sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Karena itu, mengingat besarnya risiko yang harus ditanggung oleh seorang whistle blower, maka, pertama, perlindungan hukum dan keamanan dari aparat hukum perlu menjadi jaminan. Di Indonesia, jaminan hukum dan keamanan bagi whistle blower diberikan oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, sebagaimana diatur dalam pasal 8, 31, dan 36. Di sinilah kita membutuhkan komitmen, kesungguhan, dan kerja sama aparat penegak hukum dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Perlindungan hukum dapat berupa kekebalan yang diberikan kepada pelapor dan saksi agar tidak dapat digugat atau dituntut secara perdata. Tentu dengan catatan, sepanjang yang bersangkutan bukan pelaku tindak pidana itu sendiri. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 10 ayat 1 UU Perlindungan Saksi. Adapun perlindungan keamanan meliputi perlindungan atas keamanan pribadi seorang whistle blower dari ancaman fisik maupun mental, yang membahayakan diri, keluarga, dan harta bendanya. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 5 ayat 1 UU Perlindungan Saksi.
Ketentuan mengenai perlindungan hukum dan keamanan ini diperkuat oleh UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Peraturan ini ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2003 tentang Tata Cara Perlindungan Khusus terhadap Pelapor dan Saksi, dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perlindungan Khusus bagi Pelapor dan Saksi Tindak Pidana Pencucian Uang, yang berlaku sejak 30 Desember 2005.
Kedua, whistle blower perlu dilindungi hak-haknya sebagai karyawan perusahaan atau institusi tempat dia bekerja. Mengacu ke Amerika Serikat, setelah kasus skandal akuntansi keuangan yang menggegerkan bursa saham akibat manipulasi yang dilakukan dua perusahaan raksasa WorldCom dan Enron, lahirlah Sarbanes-Oxley Act (SOA) 2002.
SOA 2002 kemudian menjadi payung hukum yang melindungi whistle-blower. Salah satu pasalnya mengatur bahwa perusahaan tidak akan menurunkan pangkat, melakukan skorsing, mengintimidasi, atau melakukan diskriminasi terhadap karyawan yang melakukan pelaporan atas penyimpangan yang terjadi.
Terakhir, yang juga mesti dipertimbangkan adalah pemberian insentif hukum kepada whistle blower yang menjadi tersangka atau terdakwa, berupa keringanan hukuman. Perlakuan ini telah diatur dalam Pasal 10 ayat 2 UU Perlindungan Saksi. Mengenai hal ini, kita mungkin bisa becermin pada Korea Selatan, yang menjanjikan reward US$ 2 juta bagi whistle blower. Tak hanya itu, whistle blowe> juga dijamin tak akan diberhentikan dari pekerjaan dan memperoleh perlindungan khusus bila ada ancaman.
Jika aparat penegak hukum dapat memberikan jaminan hukum dan keamanan kepada saksi pelapor, apalagi ditambah pemberian reward seperti di Korea Selatan, tentunya akan lebih banyak orang yang "berani" melaporkan berbagai penyimpangan atau korupsi, atau bahkan menjadikan dirinya "martir" pemberantasan korupsi di negeri ini.



fb comen

Kamis, 03 November 2011

TETANUS-PENJELASAN-BENTUK-PROSES-CARA DIAGNOSISNYA-CARA MENGOBATI DAN MENCEGAH NYA


TETANUS
mau tau apa itu tetanus?bentuk khas?bahasa Etiologi?bentuknya?gejalanya?proses masuk ke tubuh?Manifestasi Klinisnya?cara DIAGNOSIS?caraDIAGNOSIS BANDING?dan tentunya  CARA PENGOBATANNYA DAN PENCEGAHANNYA?

Lirik Lagu Anda Menghitung Hari Lyrics DAN VIDIO


 Anda / Menghitung Hari