Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

kumpulan macam2 bentuk catur paling unik di dunia


 catur termasuk olahraga yang murah dan sangat mengasah otak, pada umunnya modelnya sama,tetapi ni saya temukan bnayak macam bentuk catur yang unik dan menarik, mau liat kumpulan macam2 bentuk catur paling unik di dunia ?

Kamis, 06 Januari 2011

Tim Indo Holland berhasil mengalahkan Surabaya FC 2-1 dalam pertandingan amal "Untuk Indonesiaku" di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Rabu malam.




Tim kebanggaan masyarakat Kota Pahlawan Surabaya ini tertinggal 0-2 pada babak pertama.

Gol tim asal Belanda yang diperkuat oleh pemain-pemain keturunan Indonesia ini diciptakan oleh Dane Brard di menit 17 dan Bryan Brard pada menit 38.

Surabaya FC yang dimotori John Tarkpor ini memiliki sejumlah peluang namun dapat dimentahkan oleh lini pertahanan lawan.

Malah satu pemain Surabaya harus keluar yakni Mat Halil karena menahan bola dengan tangan di area kotak penalti yang mencoba menghalau tendangan Dominggus Limdoean menit 38.

Wasit asal Mesir Yasser Abdulraouf langsung memberikan kartu merah dan penalti. Eksekusi penalti berhasil dilakukan oleh oleh Bryan Brard. Kedudukan 2-0 untuk Indo Holland hingga usai babak pertama.

Pada babak kedua, Surabaya FC mencoba memperkecil ketinggalan. Satu peluang emas Andik Vermansyah setelah lepas dari kawalan namun tendangannya mampu dihalau kiper Indo Holland Simon Latumela menit 61.

Akhirnya satu gol balasan Surabaya FC berhasil dicetak Andik pada menit 74 yang merupakan umpan Erol Iba.

Laga amal ini digelar oleh Liga Primer Indonesia (LPI) di dua kota yakni Surabaya dan Malang pada 12 November di Stadion Gajayana Malang.

Pertandingan yang bertajuk "Untuk Indonesiaku" ini disiarkan langsung stasiun televisi Trans7 dan merupakan laga pra musim kompetisi LPI.

Laga ini merupakan juga laga amal untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana alam yang terjadi di Indonesia dari tiket penonton





polisi kerahkan seribu anggota untuk amankan persebaya

Sebanyak seribu personel kepolisian mengamankan laga amal pertandingan Persebaya Surabaya melawan tim Indo-Holland di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Rabu.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Wiwik Setyaningsih, Rabu, mengatakan, satuan kepolisian yang mengamankan pertandingan tersebut akan ditunjuk oleh Polda Jatim.

"Saya tidak tahu apakah yang menjaganya dari Polres Sidoarjo, Polres Gresik, atau Polrestabes Surabaya sendiri. Ini karena pengamanan merupakan wewenang Polda Jatim. Apalagi nanti malam aparat Polrestabes melakukan pengamanan di sekitar Tugu Pahlawan," ujarnya.

Namun untuk sistem pengamanan, polisi memberlakukan sistem terbuka dan tertutup, baik di dalam maupun luar stadion. Artinya, polisi yang ditempatkan ada yang menggunakan seragam lengkap Polri, ada juga yang berpakaian preman.

"Yang tidak memakai seragam dinas, biasanya berasal dari satuan reserse kriminal dan satuan intelejen keamanan. Semuanya juga akan disebar," tukas dia.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua penonton untuk tidak membawa senjata tajam maupun barang - barang berbahaya, seperti petasan, kembang api, kayu, dan lainnya.

"Semoga pertandingan berjalan sesuai yang diharapkan. Ini laga amal, dan mudah - mudahan aman mulai awal sampai berakhir," papar perwira mantan Kabag Bina Mitra Polres Surabaya Utara tersebut.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menyatakan tidak akan memberikan izin kepada Persebaya untuk menggelar pertandingan menyusul konflik internal yang masih terjadi di klub berjuluk "Bajul Ijo" itu.

Kepolisian khawatir konflik dualisme Persebaya itu bisa memunculkan gesekan di antara suporter dan berimbas terhadap masalah keamanan.

Tim Indo-Holland, yang menjadi calon lawan Persebaya, bermaterikan 18 pemain keturunan Indonesia yang bermain di berbagai divisi kompetisi Liga Belanda. Hasil dari pertandingan tersebut, rencananya diberikan kepada korban bencana alam.







Sedangkan terkait izin pertandingan yang belum diserahkan kepada pihak kepolisian setempat, Asmuri menjelaskan, hal tersebut merupakan kewenangan sepenuhnya dari panitia pelaksana
Persema Malang siap menggelar laga amal melawan tim keturunan Indonesia Belanda (Indo-Belanda) yang akan digelar di Stadion Gajayana, Jumat (12/11), kata Manajer Persema, Asmuri, Rabu.

"Laga bertajuk `Untuk Indonesiaku` yang akan digelar di Malang hanya merupakan laga amal, dan akan kita manfaatkan laga tersebut untuk menjaga stamina pemain dalam masa libur kali ini," tuturnya.

Asmuri mengemukakan, secara tim Persema sudah siap menghadapi laga tersebut, namun terkait hal nonteknis di luar lapangan itu bukan menjadi kewenangannya.

Sementara Ketua Panpel, Sapto P Santoso mengatakan, rencananya laga amal tersebut akan digelar mulai pukul 18.30 WIB.

Sedangkan harga tiket masuk untuk kelas ekonomi akan dipatok sebesar Rp15 ribu dan kelas VIP Rp30 ribu. "Segala aspek terkait kesiapan Stadion Gajayana sebagai tempat pertandingan sudah tidak dipermasalahkan oleh panpel," ucapnya.

Sementara mengenai kepastian jaminan keamanan dari pihak kepolisian, Sapto mengatakan, masih belum dikeluarkan oleh Polresta Malang dan Polda Jatim. "Kami mengirimkan surat permohonan izin penyelenggaraan pada Senin (8/11), namun belum ada jawaban," jelasnya.

Selain itu, kerja sama dengan panitia penyelenggara pusat terkait mekanisme hasil laga amal nantinya juga belum dikoordinasikan.

"Kita masih menunggu koordinasi dengan panitia pusat dari Jakarta, hal ini terkait hasil tiket laga amal tersebut mekanismenya nanti dibawa ke mana," paparnya.

Meski demikian, dirinya optimistis izin penyelenggaraan laga amal tersebut akan diberikan pihak kepolisian sesegera mungkin, sebab laga serupa yang digelar di Surabaya juga telah diizinkan oleh Polda Jatim





arema setia pada pssi



Manajer Media Officer Arema Indonesia ,Sudarmaji menyatakan, berdasarkan hasil rapat Yayasan Arema Indonesia yang digelar Jumat (5/11) diputuskan bahwa tim berlogo kepala singa itu tetap mengikuti LSI dan tidak mungkin berpindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh Arifin Panigoro tersebut.


Yayasan Arema Indonesia, Jumat, secara tegas menyatakan bahwa tim Arema Indonesia akan tetap mengarungi kompetisi resmi yang digelar PSSI, yakni Liga Super Indonesia atau LSI.

"Kami tegaskan bahwa Arema Indonesia tetap akan berkompetisi di LSI. Kalaupun ada pihak-pihak yang mengklaim Arema bakal pindah ke LPI, itu tidak benar," tegas Sudarmaji yang juga mantan wartawan harian cetak terbitan Surabaya tersebut.

Menurut dia, ada upaya pihak-pihak yang ingin memecah belah keutuhan dan hubungan harmonis antara tim Arema Indonesia dan suporter fanatiknya (Aremania) dengan berusaha mengklaim atas kepemilikan dan keikutsertaan di kompetisi LPI.

Oleh karena itu, tegas Darmaji, manajemen menghimbau agar Aremania tetap bersatu untuk melawan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah keutuhan Arema dan Aremania.

Arema adalah milik Aremania, sehingga jangan diusik perjalanan Arema Indonesia yang mulai mengukir prestasi di tingkat nasional dan Asia. "Oleh karena itu, keputusan tegas ini menjadi bagian penting dari keseriusan dan komitmen Arema Indonesia untuk fokus menjalani kompetisi resmi yang dikelola PT Liga Indonesia yang disetujui PSSI dan AFC," ujarnya menegaskan.

Kepastian tim asuhan Miroslav Janu di ajang LSI tersebut juga dilatarbelakangi oleh kepesertaan Arema Indonesia di ajang Liga Champions Asia (LCA) yang mewakili Indonesia. Dan LCA hanya boleh diikuti oleh tim yang berada di bawah federasi yang resmi, yakni PSSI.




psm makasarlebih percaya pelatih dari belanda


Manajemen Tim PSM Primer League (PSM PL) siap mendatangkan pelatih asal Belanda untuk menghadapi kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang dijadwalkan bergulir mulai 8 Januari 2011.

Manajer PSM PL Husain Abdullah di Makassar, Rabu, mengatakan, ketertarikan pihaknya lebih memilih pelatih asal Belanda sebagai arsitek PSM LP musim depan, mengingat track record mereka yang cukup sukses.

"Kita lihat Henk Williams ketika menukangi PSM beberapa musim sebelumnya yang sukses membawa PSM meraih hasil terbaik, sedangkan yang terbaru tentu saja Robert Alberts yang sukses mempersembahkan mahkota juara bagi Arema Indonesia," jelasnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Uceng itu, pelatih asal Belanda juga dianggap memiliki kelebihan dalam hal memberi motivasi. Begitupun dengan sikap disiplin yang dibawa dari negara asalnya tentu akan menularkannya kepada tim yang diasuhnya.


"Cara kepemimpinan pelatih Belanda juga sangat baik pada umumnya tidak meledak-ledak. Ini tentu membuat tim tetap dalam keadaan kondusif yang tentunya sangat berpengaruh kepada penampilannya di lapangan," ujarnya.

Selain itu, manajemen juga melihat bahwa pelatih asal Belanda memiliki konsep kepelatihan yang sesuai zaman. Artinya mereka tetap mengandalkan teknologi dan metode yang lebih seimbang.

Sementara untuk pemain yang akan mengisi skuad PSM PL musim depan, akan tetap dipadukan antara pemain lokal dan asing. Untuk pemain asing sendiri akan disesuaikan dengan keputusan AFC yakni maksimal empat pemain.

"Kita juga berencana mendatangkan empat pemain asing. Satu pemain asal Asia dan tiga lainnya dari beberapa benua, seperti Eropa, Amerika dan Afrika," tuturnya.





pelatih persebaya tenang aja meskipun banyak yang menentang



Aji Santoso yang dihubungi wartawan dari Surabaya, Senin, mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus menyiapkan tim dan tidak ingin menanggapi isu-isu yang belum jelas kebenarannya.Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso tetap bersikap tenang menghadapi ancaman pencopotan lisensi kepelatihannya oleh PSSI, menyusul keputusan timnya yang bersikeras mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia.


"Saya tidak mau membicarakan soal itu (ancaman pencopotan lisensi kepelatihan, red). Lebih baik saya konsentrasi pada tim," katanya.

Mantan pemain nasional ini merupakan salah satu lulusan terbaik kursus kepelatihan lisensi A pada 2008 yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sebelumnya, pemain asal Prancis Ciani Amick dan Hari Salisbury, memilih hengkang dari Persebaya karena diduga mendapat tekanan dari PSSI. Selain mereka, dua pemain asing Persebaya lainnya, yakni Juan Marcelo Cirelli (Argentina) dan John Tarkpor Sonkaley (Liberia), juga dikabarkan mendapat tekanan dari agennya untuk meninggalkan Persebaya, karena kasus serupa.

Agen pemain asing yang menyuplai pemain untuk Persebaya, mendapat ancaman akan dicabut lisensi agennya jika pemainnya tetap membela Persebaya ikut LPI.

Beberapa pemain lokal yang kini bergabung dengan "Bajul Ijo", ikut-ikutan merasa tidak tenang dan terganggu konsentrasinya dengan munculnya tekanan-tekanan tersebut.

Aji Santoso mengakui sebagian anak asuhnya kehilangan konsentrasi dalam latihan sehingga membuat timnya tidak kondusif.

"Saya sudah berkonsultasi dengan pengurus dan manajemen tim untuk meliburkan latihan hingga Rabu (3/11). Mudah-mudahan setelah ini kondisinya bisa lebih baik," tutur Aji






senior pssi prihatin dengan nasip pssi sekarang



Selepas menjabat sebagai orang nomor satu di sepak bola tanah air, pria yang juga mantan Ketua KONI Pusat itu mengaku enggan berbicara tentang sepak bola.
Mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar, mengaku prihatin dengan semakin meruncingnya konflik sepak bola Indonesia.

"Kalau ditanya sepak bola Indonesia, terus terang saya prihatin melihat perkembangannya sampai saat ini. Jadi, saya malas berkomentar tentang sepak bola," ujarnya ketika ditemui di Surabaya, Kamis.

Ketika disinggung bakal digelarnya Liga Primer Indonesia (LPI), Agum enggan menanggapinya. Bahkan, ia sempat mempertanyakan LPI sembari meminta agar tidak diwawancarai tentang liga yang digagas Arifin Panigoro tersebut.

"Apa itu LPI? Sudahlah jangan tanya LPI, saya `no comment` tentang itu," singkat Mantan Komjen Kopassus TNI AD itu.

Kompetisi Sepak Bola LPI dijadwalkan mulai 8 Januari 2011, dan diikuti sedikitnya oleh 17 tim. Bahkan, LPI telah dideklarasikan di Semarang, Minggu (24/10).

Sebanyak 17 tim tersebut adalah Semen Padang, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Medan Chief Football, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persis Solo, Semarang United, Maung Bandung Raya, Bogor Raya FC, Batavia United, Jakarta FC, PSM Makassar, Manado United, dan Bali FC.

Sedangkan tiga tim yang masih ditunggu kesepakatan untuk ikut kompetisi itu adalah Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, dan Bontang FC.

Sementara itu PSSI sudah menegaskan dan mengancam akan mencoret klub dari keanggotaannya bila terbukti mengikuti LPI. Melalui Sekjen PSSI Nugraha Besoes, pihaknya tidak segan mencoret klub-klub tersebut bila terbukti "membelot" ke LPI. Sebab, kata dia, kompetisi yang legal hanyalah Liga Super Indonesia.





Ketua Harian PSSI Banyumas Dwi Pindarto menyatakan keinginannya membentuk satu tim sepak bola untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).



"Saat ini Banyumas memiliki tim Persibas yang bermain di Divisi II PSSI. Nantinya jika ikut LPI, akan dibentuk sebuah kesebelasan baru dengan nama Banyumas United," katanya di Purwokerto, Rabu.

Mengenai alasan ketertarikannya ikut LPI, dia mengatakan, hal itu disebabkan kualitas kompetisi yang ada saat ini dinilai buruk sedangkan LPI dinilai lebih sehat dan berkualitas.

Menurut dia, kompetisi yang ada saat ini lebih banyak dipengaruhi aspek non teknis seperti wasit, anggaran, panitia pelaksana, dan inspektur pertandingan yang memengaruhi hasil pertandingan.

Dalam hal ini, dia mencontohkan sejumlah kasus kekalahan yang dialami Persibas saat bertanding di luar kandang.

"Kalau Persibas main di luar kandang, sudah dipastikan kalah karena faktor non teknis. Prestasi sepak bola Banyumas dan nasional tidak akan maju jika terus mengandalkan kompetisi yang saat ini ada," katanya.

Ia mengatakan, Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar untuk mengikuti kompetisi yang sehat dan tanpa tergantung dari anggaran dana APBD.

Menurut dia, jumlah penduduk Banyumas yang banyak berpotensi menjadi penyandang dana utama bagi industri sepak bola di kabupaten ini.

Selain itu, kata dia, Banyumas juga memiliki stadion yang cukup besar dengan kapasitas penonton sebanyak 10 ribu orang.

"Saat ini kami sedang menghubungi pengurus LPI agar Banyumas bisa ikut dalam kompetisi yang akan mereka gelar," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya sanksi dari PSSI terkait keikutsertaan dalam LPI, dia mengatakan, hal itu tidak perlu ditakutkan selama untuk tujuan baik.

"Soal sanksi PSSI, kalau tujuannya baik mengapa harus takut," kata Dwi Pindarto menegaskan.








karna tidak kuat tekanan Novel Albakri mundur dari jabatannya sebagai General Manager PSIS Semarang


akibat adanya tekanan dari PSSI terkait keterlibatannya dalam deklarasi Liga Primer Indonesia (LPI).Novel Albakri mundur dari jabatannya sebagai General Manager PSIS Semarang

"Saya mendapat tekanan dari PSSI untuk memilih salah satu, yaitu kompetisi yang digelar PSSI atau LPI. Akhirnya saya putuskan untuk mengundurkan diri dari PSIS," kata Novel Albakri di sela-sela pertandingan sepak bola Liga Super antara Pelita Jaya melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa petang.

Ia mengatakan, dalam pekan ini dirinya akan menghadap pengurus harian PSIS untuk mempertanggungjawabkan yang telah dilakukannya dengan tim ini dan mengajukan pengunduran diri.

"Saya dipilih dan diangkat secara baik-baik dan juga mundur pun harus dengan cara yang baik," kata Novel Albakri yang juga seorang pengacara tersebut.

Ia mengatakan, sekarang ini dirinya telah membawa PSIS untuk bersiap tampil pada Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama yang dijadwalkan digelar 15 November mendatang. "Saat ini kesiapan PSIS tampil pada musim kompetisi mendatang sudah 99 persen," katanya menegaskan.

Menurut dia, pada saat dirinya mundur ingin mempersiapkan tim asuhan pelatih Bonggo Pribadi tersebut 100 persen.

Ia menambahkan, dirinya terjun ke dunia sepak bola karena ingin adanya perubahan ke arah kebaikan sepak bola di Indonesia sehingga dirinya memilih LPI. "Saya tidak ingin PSIS atau pengurus lain yang jadi korban, biar saya saja," katanya.

"Saya sebagai salah satu deklarator LPI tidak bisa lepas dari itu. Saya ingin di Semarang ada tim yang ikut LPI dan kompetisi di bawah naungan PSSI," katanya menegaskan.

Seperti diketahui deklarasi Liga Primer Indonesia (LPI) digelar di Semarang, Minggu (24/10), ditandai dengan penandatanganan bola raksasa oleh perwakilan klub yang hadir pada deklarasi tersebut.

Sebanyak 17 klub hadir pada deklarasi tersebut dan siap mengikuti kompetisi yang dijadwalkan digelar 8 Januari 2011. Mereka adalah Semen Padang, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Medan Chief Football, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Persibo Bojonegoro.

Kemudian Persis Solo, Semarang United, Maung Bandung Raya, Bogor Raya, Batavia United, Jakarta FC, PSM Makassar, Manado United, dan Bali FC. (ant/row)

Persema Malang bimbang ikut pssis atau lgi ,mereka membuka peluang untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia karena kekecewaannya akan kepemimpinan wasit yang jauh dari "fair play".



manajer Persema Asmuri, Selasa, mengatakan, pihaknya masih mempelajari dan mempertimbangkan baik buruknya mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) yang dinilai lebih menjanjikan.

"Kami masih mempelajari dan mempertimbangkan keikutsertaan Persema dalam kompetisi LPI. Apakah kompetisi yang diprakarsai pengusaha Arifin Panigoro ini legal atau tidak," tegas Asmuri yang juga mantan anggota DPRD Kota Malang tersebut.

Jika penyelenggaraan LPI tersebut legal dan tidak ada masalah, tegasnya, tidak menutup kemungkinan Persema akan mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia (LSI) dan beralih mengikuti kompetisi di LPI.

Meski Persema mengirimkan wakilnya dalam peluncuran kompetisi LPI di E-plaza Semarang, Minggu (24/10) lalu, manajemen Persema masih belum memutuskan ikut tidaknya."Tunggu saja waktunya, nanti kami akan mengambil keputusan yang tepat," tegasnya.

Dibukanya peluang Persema untuk mengikuti LPI itu didasari kekecewaan dalam mengikuti LSI. Dua kali Persema dikerjai wasit, yang merugikan tim berjuluk "Laskar Ken Arok" tersebut.

Kejadian pertama ketika Persema dijamu Persisam Samarinda dan kedua di kandang Deltras Sidoarjo. Saat itu wasit Aeng Suarlan membiarkan Julio Lopez berhenti berlari kala sudah melakukan tendangan penalti, padahal sesuai aturan terbaru FIFA, eksekutor penalti tidak boleh berhenti ketika sudah bergerak. Seharusnya tendangan penalti diulang dan sang eksekutor diganjar kartu kuning.

Sedangkan kejadian di Deltras Sidoarjo, wasit Syafi`i menghentikan pertandingan pada saat "injury time" belum habis, padahal penyerang Persema Jaya Teguh Angga berpeluang besar mengoyak jala gawang Deltras dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Akibat tindakan wasit tersebut peluang emas tersebut melayang dan Persema kalah 2-1 dari Deltras Sidoarjo.

Karena tindakan kedua wasit yang memimpin jalannya dua pertandingan tersebut, manajemen Persema melayangkan surat protes secara resmi ke PT Liga Indonesia. Surat protes yang ditandatangani manajer Persema Asmuri tersebut telah dikirim melalui faximile.

"Kami tahu dan sadar jika surat protes itu tidak akan mengubah hasil, setidaknya PT Liga Indonesia harus tahu kalau pertandingan jauh dari kata fair play. Kalau kondisi LSI seperti ini terus, pasti kami akan lebih memilih LPI dan mengundurkan diri dari kompetisi LSI," tegas Asmuri







Sriwijaya FC menyatakan lebih nyaman ikut pssi

S

sriwijaya FC menyatakan lebih nyaman dengan kompetisi yang dianggap legal oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yakni Liga Super Indonesia dibandingkan Liga Primer Indonesia, kata Presiden SFC H Dodi Reza Alex Noerdin di Palembang, Selasa.

"Sebenarnya bagi kami tidak masalah Liga Super Indonesia atau Liga Primer Indonesia. Tapi, karena yang dipandang legal oleh PSSI adalah Liga Super Indonesia, maka kami ikuti kompetisi itu," kata Dodi.

Dia menerangkan, Sriwijaya Football Club (SFC) sangat memegang komitmen sebagai anggota PSSI.

"Kami tetap berpegang pada peraturan PSSI bahwa hanya Liga Super Indonesia yang dipandang sah," ujar dia.

Menurut dia, loyalitas itu telah dibuktikan manajemen SFC dengan menghadiri pertemuan seluruh kontestan Liga Super Indonesia dan PSSI di Jakarta, 24-25 Oktober 2010.

"Dalam pertemuan itu, dinyatakan bahwa PSSI akan bertindak tegas kepada klub yang mengikuti kompetisi di luar organisasi. Kalau ada, maka dianggap mengikuti kompetisi Tarkam," ujar dia.

Dodi mengatakan, SFC tidak dapat mengambil resiko terlalu besar dengan bergabung pada Liga Primer Indonesia, mengingat memiliki target berlaga pada ajang tingkat regional, AFC Cup atau Liga Champions Asia.

"Kita ingin berlaga di AFC Cup dan LCA, dan untuk kesana harus menjadi juara Liga Super Indonesia atau Piala Indonesia. Jadi, jika kita ikut Liga Primer Indonesia, maka tidak tahu akan bermuara ke mana," kata dia.

Menanggapi beberapa klub Liga Super Indonesia telah memastikan diri mengikuti Liga Primer Indonesia yang akan bergulir pada awal Januari 2011, Dodi menyatakan tidak mau terpengaruh.

"Sriwijaya FC tetap kukuh berlaga di Liga Super Indonesia saja. Lagipula, secara kualitas Liga Super masih yang terbaik di Indonesia," ujar dia.

Dia pun, tak mau terkecoh oleh iming-iming mendapat subsidi Rp20 miliar oleh penyelenggara Liga Primer Indonesia.

"Memang kami mendengar bahwa klub yang berlaga di Liga Primer akan mendapatkan uang subsidi Rp20 miliar, tapi hal itu belum terbukti dan hingga kini kami belum tahu pasti bagaimana sumber dana didapatkan," katanya pula. (ant/cax)





Persisam Putra Samarinda menolak ikut sebagai peserta Liga Primer Indonesia (LPI)


secara tegas menolak Tim sepak bola profesional dari Kalimantan Timur yakni Persisam Putra Samarinda, Bontang FC juga secara tegas menolak ikut sebagai peserta Liga Primer Indonesia (LPI), sebuah kompetisi yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro.

Alasan mereka, LPI merupakan kompetisi ilegal yang diselenggarakan oleh organisasi yang bukan di bawah naungan organisasi sepak bola yang sah yakni Federation Internationale de Football Association (FIFA) atau organisasi sepak bola dunia.

General Manager (GM) Persisam Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, Senin mengemukakan, kelanjutan dari kompetisi LPI ini tidak jelas arahnya, terutama untuk membangun persepakbolaan Indonesia menuju profesional.

"Tim juara di LPI ini bisa mewakili kompetisi apa untuk tingkat asia atau dunia? Tentunya mereka tidak bisa mewakili kompetisi apapun dan hanya mentok di liga LPI saja," tegas Harbiansyah.

Harbiansyah juga menegaskan bahwa manajemen Persisam tidak pernah sama sekali ikut dilibatkan dalam kegiatan LPI, baik pada saat pencanangan maupun deklarasi yang dilaksanakan baru-baru ini di Semarang.

"Selama ini kami belum pernah menerima undangan untuk menghadiri kegiatan LPI, dan kami juga tidak pernah datang apalagi ikut menyetujui dan membubuhkan tanda tangan persetujuan bahwa tim kami bakal ambil bagian sebagai peserta LPI," tegas Harbiansyah.

Adapun pihak yang telah mengatasnamakan tim Persisam ikut menyetujui deklarasi LPI, Harbianysah mengatakan itu dilakukan oleh pihak yang tidak bertangung jawab, yang menginginkan kompetisi LPI dibesar-besarkan.

Andi Faisal Hasdam, GM Bontang FC mengatakan senada bahwa pihaknya juga menolak untuk ikut sebagai peserta LPI, karena menganggap bahwa LPI bukan merupakan kompetisi resmi yang digulirkan oleh organisasi sepak bola yang sah.

Ia juga membantah tim Bontang FC ikut membubuhkan tanda tangan persetujuan mengikuti LPI, karena pada saat deklarasi tidak ada satu pun perwakilan dari manajemen Bontang FC yang menghadiri acara tersebut.

"Saya juga tidak mendelegasikan orang untuk hadir, sehingga saya bisa memastikan bahwa tidak mungkin ada tanda tangan bahwa tim kami telah setuju untuk mengikuti kompetisi LPI,` tegasnya.

Sementara itu Irfan Taufik, Sekretaris umum Persiba Balikpapan juga membantah ikut sebagai peserta LPI, meskipun dia turut menghadiri acara deklarasi LPI yang dilaksanakan di Semarang.

"Saya memang datang pada saat deklarasi, namun sesuai petunjuk ketua umum, saya tidak pernah ikut menyetujui bahwa tim Persiba bakal hijrah untuk mengikuti LPI, karena tim kami akan tetap mengikuti liga resmi yang digulirkan oleh PSSI," jelasnya.









gara2 lpi, psps pekanbaru pecah



Informasi berbagai sumber yang dihimpun dari markas PSPS, di Pekanbaru, Rabu, menyebutkan, perpecahan telah berujung pada konflik di tubuh manajemen klub sepak bola kesayangan warga Riau itu.

Manajemen PSPS Pekanbaru terpecah menjadi dua kubu dalam hal menyikapi keinginan klub itu berpartisipasi dalam Liga Primer Indonesia (LPI) yang bakal digulirkan Januari 2011.

Konflik itu disebut-sebut berawal dari keinginan Direktur Utama PSPS, Dityo Pramono, agar klub berjuluk Asykar Bertuah itu juga tampil di LPI, saingan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011.

Selama ini, untuk tampil di LSI ataupun Piala Indonesia selalu mengandalkan dana APBD Kota Pekanbaru menyusul minimnya perhatian dan kontribusi perusahaan yang berkedudukan di Riau.

Kehadiran LPI dinilai merupakan salah satu solusi masalah klasik klub-klub sepak bola di Tanah Air karena selalu "menyusu" dari APBD yang diperkirakan menghabiskan puluhan miliar setiap tahun.

LPI menjanjikan bantuan dana sampai Rp30 miliar, belum termasuk hak siar dan sebagainya kepada klub-klub yang ambil bagian di liga sepak bola yang disebut-sebut menjadi tandingan LSI itu.

Pernyataan direktur utama itu telah memicu kemarahan unsur pimpinan manajemen yang lain menyusul ancaman PSSI bagi klub-klub yang tampil di LPI, sebab PSPS merupakan salah satu di antara belasan tim yang akan tampil pada liga yang digagas Arifin Panigoro tersebut.

Setelah Manajer PSPS Dastrayani Bibra, kemudian Ketua Umum PSPS Herman Abdullah, kini Ketua Harian PSPS Jefri Nazir yang meyakinkan PSSI bahwa "Asykar Bertuah" tidak akan tampil di LPI.

"Kami lebih baik konsisten di LSI, meski PSPS telah terdaftar di LPI karena kami selalu ikut aturan PSSI. Jadi bukan kami gagal, tapi karena memang PSPS tidak menginginkan LPI," ujar Jefri Nazir, yang juga Ketua PSSI







Rabu, 29 Desember 2010

KALAH BOLA GA MASALAH YANG PENTING FAIR


WALAUPUN INDONESIA KALAH DAN MENJADI JUARA 2. PATUT DIAKUI JEMPOL BAHWA SEMANGAT PERMAINAN, SUDAH SANGAT CUKUP, KITA BISA MENANG LAWAN MALYSIA SECARA TEKNIK KITA LEBIH UNGGUL HANYA SAJA KONDISI BELUM BERUNTUNG.

Senin, 13 Desember 2010

indonesia Vs Filipina, (prediksi)

Prediksi Indonesia Vs Filipina akan menjadi seru dalam pertandingan semi final Piala AFF 2010 di mana indonesia melaju ke semifinal dengan menjuarai grup A dengan nilai 9 menyapu bersih semua pertandingan melawan Filipina yang menahan imbang tanpa gol saat melawan Myanmar dan sebagai runer up grup B.

Jennifer Bachdim,foto Jennifer Bachdim,seputar Jennifer Bachdim(pacarnya Irfan )

Kemesraan antara Jennifer Bachdim dengan pacarnya Irfan melalui akun twitter mereka, juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat wanita cantik yang masih memiliki darah keturunan Indonesia ini kian semakin dikenal.

Profesinya sebagai model di negara asalnya, yaitu di Jerman membuat foto-foto hot dan seksi idola baru masyarakat pengguna internet di Indonesia ini semakin memikat banyak pihak ingin mengetahui lebih dalam tentang dirinya.

Kamis, 09 Desember 2010

bagi Jupe Gaston Lebih Hot Dari Irfan Bachdim

Jakarta - Meski sosok Irfan Bachdim sekarang sedang menjadi idola banyak perempuan, Julia Perez tetap pilih Gaston Castano yang terbaik.

malang dukung penuh Irfan Bachdim

MALANG - Persema Malang bisa jadi menjadi klub yang sangat berjasa menampung striker tim nasional Irfan Bachdim. Di awal musim lalu, kala tak satu pun klub Indonesia tertarik, Laskar Ken Arok secara mengejutkan merekrut pemain hasil naturalisasi itu.